Farming Usefulness > Farming Airdrop
Seringkali hal yang paling underrated di web3 itu bukanlah "minta modal", melainkan membuat diri kita berguna bagi ekosistem.
Banyak proyek sebenarnya punya budget khusus untuk memberi reward ke orang-orang yang berkontribusi, misalnya di bidang:
- Growth
- Research
- Bug report
- Dokumentasi
- Konten
- Sekadar bikin thread berkualitas
Nah, yang lucu: banyak orang terlalu fokus farming airdrop, padahal kadang-kadang farming usefulness justru ROI-nya jauh lebih besar.
1. Nulis Artikel atau Research Thread
Banyak proyek butuh:
- Tutorial onboarding
- Breakdown tokenomics
- Peta ekosistem
- Riset kompetitor
- Thread penjelasan fitur baru
Dan yang menarik: seringkali tidak ada formulir resmi atau lowongan terbuka. Tapi kalau tulisanmu bagus, mereka kasih reward dengan sendirinya.
Contoh topik yang diminati:
- Perbandingan antar stablecoin
- "Cara pakai protokol X"
- "Deep dive ekosistem Base"
- "Kenapa fitur ini penting?"
- Tutorial LP (liquidity provider)
- Strategi pakai agen AI
Bentuk rewardnya bisa berupa:
- USDC
- Whitelist
- Peran ambassador
- Akses private alpha
- Alokasi token
- XP atau poin internal
Yang terpenting: jangan bikin konten generic ala AI slop. Proyek lebih suka:
- Data real
- Screenshot
- Alur yang jelas
- Opini personal
- Metrik
- Review jujur
Karena di ekosistem yang (masih) kecil, satu tulisan bagus kadang lebih berharga daripada 100 tweet spam.
2. Bug Hunter (Tidak Harus Jago Hacker)
Ini sangat underrated. Banyak orang mengira bug bounty hanya untuk hacker elit.
Padahal hal-hal sederhana seperti:
- Typo di dashboard
- Kasus gagal transaksi (tx failed edge case)
- Tampilan mobile rusak
- Masalah disconnect wallet
- Bug slippage
- Deteksi chain yang salah
- Respons API yang error
...kadang juga bisa direward. Apalagi di:
- Ekosistem baru
- Agen AI
- Mini app
- Bot Telegram
- Protokol tahap awal
Alat yang digunakan pun sederhana: testnet, browser mobile, multi-wallet, stress testing basic. Skill paling penting sebenarnya: jadi user paling rese dan teliti.
3. Jadi "Pengguna Pertama" Produk Baru
Ini salah satu yang ROI-nya absurd. Coba masuk lebih awal ke:
- Agen AI
- Bot trading
- Launchpad
- Alat infrastruktur
- Platform analitik
- Terminal baru
Lalu aktif memberi feedback. Biasanya para founder:
- Desperate cari feedback nyata
- Butuh pengguna yang paham produk
- Butuh tester aktif
Reward yang bisa didapat:
- Role khusus
- Kontak langsung dengan founder
- Akses private
- Alokasi token
- Advisor vibes
- Peluang freelance
Di web3, pengguna aktif itu aset.
4. Bikin Dashboard / Spreadsheet / Tracker
Underrated banget. Contoh:
- Tracker farming
- Kalkulator LP
- Peta ekosistem Base
- Whale tracker
- Jadwal unlock token
- Kalender narasi
- Treasury monitor
Cukup pakai:
- Google Sheets
- Notion
- Dune
- Airtable
Kalau bermanfaat, orang akan membagikannya sendiri. Dan kadang proyek sampai:
- Mensponsori
- Merekrut
- Memberi grant kecil
- Mempromosikan dashboard-mu
5. Translation / Localization
Proyek global sering banget butuh pasar lokal: Indonesia, Vietnam, Turki, Rusia, Jepang, dll. Banyak yang kekurangan penerjemah bagus.
Yang dicari: paham slang kripto, paham budaya lokal, bukan sekadar translate kaku.
Awalnya bisa volunteer, ujungnya bisa jadi:
- Community manager (CM)
- Moderator
- Local lead
- Regional contributor
6. Community Intelligence
Ini level advance sedikit. Banyak founder tidak sempat memantau:
- Sentimen di Crypto Twitter (CT)
- FUD
- Kompetitor
- Pergeseran narasi
- Budaya meme
Kalau ada orang yang rutin memberikan wawasan bagus, mereka akan notice.
Contoh insight sederhana:
- "Pengguna bingung soal fee"
- "Banyak komplain UX mobile"
- "Narasi AI mulai mendingin"
- "Orang suka fitur ini"
Ini sebenarnya sudah mirip mini-consulting.
7. Bikin Mini Tools
Tidak harus coding berat. Sekarang barrier untuk bikin tool turun drastis karena ada:
- AI coding
- Claude Code, Codex
- bolt.new, v0, Replit AI
Contoh tools sederhana:
- Kalkulator posisi size
- Wallet tracker
- Summarizer tata kelola (governance)
- Token scanner
- Monitor tren di Base
Kalau bermanfaat, kadang proyek malah membantu mempromosikannya sendiri.
8. Kontribusi Open Source
Banyak orang takut karena mikir harus jago Rust, Solidity, atau backend infra. Padahal kontribusi juga bisa berupa:
- Memperbaiki dokumen (docs)
- Membenahi README
- Membuat contoh script
- Starter template
- Terjemahan dokumen
- Memperbaiki UX wording
Itu semua kontribusi yang valid, terutama di ekosistem open source.
9. Content Clipping
Ini sekarang sangat underrated. Ambil:
- Podcast founder
- Ruang (Spaces)
- Wawancara
- Livestream
Lalu:
- Potong cuplikan (clip)
- Ringkas
- Buat thread pendek
- Beri subtitle
Karena banyak founder malas repurpose konten mereka sendiri. Orang yang membantu distribusi perhatian (attention) seringkali dapat akses lebih dulu.
10. Jadi "Connector"
Ini invisible alpha. Kalau kamu sering:
- Memperkenalkan dev ke designer
- Memperkenalkan founder ke marketer
- Membagikan tools berguna
- Membantu mencari tester
- Menghubungkan orang yang tepat
...lama-lama reputasimu menjadi: "Oh, ini orang yang berguna." Dan di web3, reputasi sering lebih penting daripada CV.
Reality Check
Apa yang membuat banyak orang gagal?
- Menunggu lowongan resmi
- Menunggu disuruh
- Terlalu fokus "cara cepat dapat uang"
- Hanya menjadi konsumen
Padahal web3 lebih mirip ekonomi perhatian + kegunaan (economy of attention + usefulness).
Orang yang secara konsisten membantu ekosistem kecil, kadang tiba-tiba mendapat reward yang tidak disangka-sangka. Dan ironisnya, banyak reward terbesar justru datang dari hal yang awalnya tidak dibayar.