Coin Autopsy Journal

Memahami Uniswap v4

Dari Automated Market Maker Menjadi Infrastruktur Likuiditas yang Dapat Diprogram

Pada 31 Januari 2025, Uniswap Labs merilis Uniswap v4, pembaruan terbesar sejak diperkenalkannya Concentrated Liquidity pada Uniswap v3.

Banyak orang menganggap v4 hanya sebagai versi yang lebih hemat gas atau sekadar menambahkan fitur Hooks. Padahal perubahan yang terjadi jauh lebih mendasar. Uniswap tidak lagi diposisikan hanya sebagai sebuah Automated Market Maker (AMM), melainkan sebagai programmable liquidity infrastructure atau infrastruktur likuiditas yang dapat diprogram.

Perubahan ini menggeser fokus inovasi. Jika sebelumnya setiap ide baru hampir selalu membutuhkan fork terhadap protokol, kini sebagian besar inovasi dapat dibangun langsung di atas Uniswap melalui mekanisme Hooks, tanpa harus membuat AMM baru dari awal.


Evolusi Arsitektur Uniswap

Perjalanan evolusi Uniswap dapat digambarkan sebagai berikut.

Uniswap v2
──────────────────────────────
Fixed Product AMM
(x × y = k)

↓

Uniswap v3
──────────────────────────────
Concentrated Liquidity

• Modal LP lebih efisien
• Kapital tidak tersebar di seluruh kurva harga

↓

Uniswap v4
──────────────────────────────
Minimal Core AMM

+

Hooks

+

Singleton Architecture

+

Flash Accounting

Perubahan Paradigma

Versi Fokus
v2 Membangun AMM sederhana
v3 Efisiensi modal LP
v4 Infrastruktur yang dapat diprogram

Dengan kata lain, jika v2 memperkenalkan konsep AMM modern, dan v3 meningkatkan efisiensi modal, maka v4 mengubah Uniswap menjadi platform tempat developer membangun berbagai model pasar baru.


Arsitektur Baru Uniswap v4

Secara sederhana, struktur Uniswap v4 dapat digambarkan seperti berikut.

                    User

                      │

                PoolManager
          (Singleton Contract)

                      │

        ┌─────────────┼─────────────┐
        │             │             │

      Pool A       Pool B       Pool C

        │             │             │

      Hook A       Hook B       Hook C

Penjelasan

Berbeda dengan versi sebelumnya, seluruh pool kini berada di dalam satu kontrak besar yang disebut PoolManager.

Setiap pool dapat menggunakan Hook yang berbeda.

Sebagai contoh:

Pool ETH/USDC
↓

Dynamic Fee Hook

---------------------------

Pool ETH/WBTC
↓

Limit Order Hook

---------------------------

Pool USDC/ARB
↓

Auction Hook

Artinya, dua pool yang sama-sama berada di Uniswap dapat memiliki perilaku yang benar-benar berbeda tanpa harus membuat protokol baru.


Singleton Architecture

Salah satu perubahan terbesar pada v4 adalah Singleton Architecture.

Sebelum v4

Pada v2 maupun v3, setiap pool merupakan kontrak terpisah.

Pool ETH/USDC

↓

Contract A

Pool ETH/ARB

↓

Contract B

Pool WBTC/ETH

↓

Contract C

Ketika pengguna melakukan multi-hop swap, token harus berpindah dari satu kontrak ke kontrak lainnya.

Contoh:

USDC

↓

ETH

↓

WBTC

↓

ARB

Setiap perpindahan tersebut membutuhkan:

Semakin banyak pool yang dilewati, semakin tinggi biaya gas.


Pada v4

Semua pool kini berada dalam satu kontrak.

PoolManager

├── ETH / USDC
├── ETH / WBTC
├── ETH / ARB
├── USDC / DAI
├── USDT / ETH
└── ...

Karena seluruh state berada dalam satu tempat, perpindahan antar pool menjadi jauh lebih efisien.


Implikasi

Untuk Developer

Untuk Trader

Untuk Sistem


Flash Accounting

Flash Accounting sering disalahartikan sebagai Flash Loan.

Padahal keduanya merupakan konsep yang berbeda.

Sebelum v4

Setiap langkah transaksi langsung melakukan transfer token.

Swap

↓

Transfer

↓

Swap

↓

Transfer

↓

Swap

↓

Transfer

Semakin banyak langkah, semakin banyak pula operasi penyimpanan (storage write).


Pada v4

Sistem hanya mencatat perubahan saldo (balance delta).

Transfer token baru dilakukan satu kali pada akhir transaksi.

Swap A

↓

Catat Delta

↓

Swap B

↓

Catat Delta

↓

Swap C

↓

Catat Delta

↓

Settlement Akhir

Catatan

Flash Accounting menggunakan Transient Storage (EIP-1153).

Storage jenis ini hanya hidup selama satu transaksi.

Begitu transaksi selesai, data otomatis dihapus.

Hal inilah yang membuat penggunaan storage menjadi jauh lebih efisien.


Contoh

Misalnya terdapat routing berikut.

USDC

↓

ETH

↓

WBTC

↓

ARB

Pada v3:

Transfer
Transfer
Transfer

Pada v4:

Hitung seluruh perubahan

↓

Transfer sekali

Implikasi

Developer

Trader

Sistem


Hooks

Hooks merupakan inovasi terbesar pada Uniswap v4.

Hook adalah kontrak eksternal yang dapat dijalankan sebelum maupun sesudah proses tertentu.

Misalnya:

User

↓

Before Swap Hook

↓

Core Swap

↓

After Swap Hook

↓

Settlement

Developer dapat menambahkan logika sendiri tanpa mengubah inti protokol.


Lifecycle Hook

Pool Initialize

↓

Before Initialize

↓

After Initialize

------------------------

Liquidity Added

↓

Before Add Liquidity

↓

After Add Liquidity

------------------------

Swap

↓

Before Swap

↓

After Swap

------------------------

Liquidity Removed

↓

Before Remove Liquidity

↓

After Remove Liquidity

Contoh Penggunaan Hooks

Dynamic Fee

Fee berubah mengikuti volatilitas.

Volatilitas Rendah

↓

0.10%

↓

Volatilitas Tinggi

↓

0.80%

↓

Volatilitas Normal

↓

0.20%

Limit Order

Order hanya dieksekusi ketika harga tertentu tercapai.

Contoh:

Harga ETH

$3.000

↓

Jual otomatis

Auction

Swap besar tidak langsung dieksekusi.

Order dapat dikumpulkan terlebih dahulu sebelum diproses.

Tujuannya:


LP Protection

Hook dapat membuat biaya transaksi meningkat ketika volatilitas pasar ekstrem.

Hal ini membantu LP memperoleh kompensasi tambahan terhadap risiko yang meningkat.


Oracle

Developer dapat membuat oracle sendiri.

Tidak harus menggunakan mekanisme bawaan Uniswap.


Native ETH

Pada v2 maupun v3:

ETH

↓

Wrap

↓

WETH

↓

Swap

Pada v4:

ETH

↓

Swap

Lebih sederhana.

Lebih sedikit langkah.

Lebih sedikit biaya.


Flexible Fee

Pada v3 fee hanya tersedia dalam beberapa tier.

Misalnya:

Pada v4 fee dapat:

Developer memiliki fleksibilitas jauh lebih besar dalam mendesain ekonomi pool.


Fee Switch

Pada pertengahan 2026 muncul banyak kesalahpahaman mengenai Protocol Fee.

Sebagian orang mengira LP akan kehilangan sebagian fee.

Persepsi tersebut digambarkan seperti ini.

Trader

↓

30 bp

↓

25 bp → LP

5 bp → Protocol

Namun Hayden Adams menjelaskan bahwa implementasi yang sedang dibahas bersifat additive.

Artinya:

Trader

↓

35 bp

├── 30 bp → LP

└── 5 bp → Protocol

LP tetap menerima 30 bp.

Protocol memperoleh 5 bp tambahan.

Trader membayar total 35 bp.


Mengapa Hayden Menyebut Angka 14%?

Misalnya:

LP

30 bp

Protocol

5 bp

Total fee trader

35 bp

Maka:

5 / 35

≈ 14%

Bukan 25%.

Angka tersebut dihitung dari total fee swap, bukan dari pendapatan LP.


Dampak Bagi Ekosistem

Developer

✅ Tidak perlu melakukan fork AMM.

✅ Dapat membangun fitur menggunakan Hooks.

✅ Deploy pool jauh lebih murah.

✅ Lebih mudah melakukan eksperimen.


Liquidity Provider

✅ Fee dasar tetap.

✅ Dynamic Fee.

✅ Potensi perlindungan terhadap LVR.

✅ Strategi LP menjadi jauh lebih beragam.


Trader

✅ Gas lebih rendah.

✅ Routing lebih efisien.

✅ Slippage dapat berkurang.

✅ Mendapat akses ke pool dengan logika khusus.


Protokol

✅ Memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.

✅ Tidak hanya bergantung pada emisi token.

✅ Governance memiliki lebih banyak opsi dalam mengelola pendapatan protokol.

Catatan: Fee Switch tidak secara otomatis berarti buyback & burn token UNI. Protocol Fee hanya menghasilkan pendapatan. Bagaimana pendapatan tersebut digunakan tetap bergantung pada keputusan governance.


Ringkasan Perubahan Uniswap v4

Fitur Fungsi Dampak
Singleton Seluruh pool berada dalam satu kontrak Deploy lebih murah dan routing lebih efisien
Flash Accounting Settlement dilakukan di akhir transaksi Gas lebih rendah
Hooks Logika dapat diprogram Developer tidak perlu melakukan fork
Dynamic Fee Fee mengikuti kondisi pasar LP lebih adaptif terhadap risiko
Native ETH Tidak perlu WETH Transaksi lebih sederhana
Flexible Fee Fee tidak lagi terbatas pada tier tetap Model ekonomi pool lebih fleksibel
Protocol Fee Pendapatan tambahan untuk protokol LP tetap menerima fee dasar

Kesimpulan

Uniswap v4 bukan sekadar pembaruan yang membuat transaksi lebih murah. Perubahan utamanya terletak pada desain arsitektur protokol.

Core AMM dibuat tetap sederhana dan aman, sementara inovasi dipindahkan ke lapisan yang dapat diprogram melalui Hooks. Dipadukan dengan Singleton Architecture dan Flash Accounting, pendekatan ini menjadikan Uniswap sebagai fondasi bagi berbagai model pasar dan aplikasi DeFi baru.

Dalam konteks inilah klarifikasi Hayden Adams mengenai Fee Switch menjadi penting. Protocol Fee yang dibahas bersifat additive, sehingga LP tetap menerima fee sesuai konfigurasi pool, sementara protokol memperoleh sumber pendapatan tambahan tanpa mengurangi bagian LP.

Secara keseluruhan, Uniswap v4 mengubah peran Uniswap dari sekadar decentralized exchange menjadi platform infrastruktur likuiditas yang dapat digunakan oleh developer untuk membangun generasi berikutnya dari aplikasi DeFi.